Mensesneg : resufle untuk mempercepat kerja kabinet

0
533

 

Sumutekspos.com
Seusai menghadiri pelantikan Menteri Kabinet Kerja, Rabu (12/8) siang, di Istana Negara, Jakarta, Menteri Sekretaris Negara Pratikno memberikan penjelasan kepada rekan-rekan media bahwa pergantian Kabinet Kerja dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk percepatan kerja-kerja kabinet.

Presiden Jokowi, lanjut Mensesneg, membutuhkan orang-orang yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi global.

“Ini diharapkan akan mempercepat gerak pemerintahan dan dukungan dari Menteri- sebelumnya juga sangat dibutuhkan, karena sudah melakukan waktu, beberapa bulan aktivitas-aktivitas penting,” ujar Mensesneg.

Bukan Soal Ekonomi

Menseneg menegaskan bahwa pergantian beberapa Menteri Kabinet kerja bukan semata-mata hanya karena motif ekonomi. Mensesneg menjelaskan lebih lanjut pertimbangan Presiden Jokowi mengganti Menteri-menteri tersebut karena menginginkan pemerintahan yang makin efektif, makin konsolidatif, bergerak dengan cepat sesuai dengan tantangan yang dihadapi saat ini, dan juga untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat luas dan pasar internasional.

“Presiden selama beberapa bulan sudah me-review kerja-kerja kabinet. Jadi bukan hanya beberapa hari saja di-review, ini merupakan perjalanan panjang,” pungkas Mensesneg.

Terkait dengan Kantor Staf Presiden (KSP) yang ditinggalkan Luhut, Mensesneg menegaskan bahwa unit-unit yang ada di KSP tetap berfungsi sampai ada keputusan lebih lanjut.

Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki yang juga bersama Mensesneg menambahkan bahwa dalam pemilihan Menteri baru yang diangkat, Presiden Jokowi sangat memperhatikan aspek profesionalitas, aspek integritas, dan juga yang mempunyai pengalaman menangani krisis ekonomi. “Presiden Jokowi dalam melakukan recruitment para Menteri baru betul-betul memperhatikan aspirasi masyarakat”, pungkas Teten.

Reshuffle lanjut Teten, dilakukan Presiden Jokowi untuk membangun kabinet yang lebih kuat dan solid. “Harapan dan tuntutan masyarakat terhadap Pemerintahan Presiden Jokowi-JK, sangat luar biasa, jadi konsolidasi yang lebih baik perlu dilakukan,” ujar Teten. (Humas Kemensetneg)