APKLI: Pertamina Ngawur ganti Premium R88 Dengan Pertalite R90

0
537

Sumutekspos.com l jakarta

Harga premium dilepas pemerintah ke pasar telah sebabkan rakyat tercekik lehernya dan semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Harga premium dinaikkan pemerintah Rp 7400 per liter, kenyataan dilapangan, sebabkan harga-harga kebutuhan masyarakat melambung tinggi tak kunjung turun. Juga akibatkan omzet PKL anjlok karena ekonomi rakyat lesuh dan daya beli masyarakat menurun dratis. Dengan melepas harga premium ke pasar, jelas dan tegas, pemerintah telah melanggar konstitusi Negara RI Pasal 33 UUD 1945. Lebih dari itu, Pertamina semakin ngawur akan ganti premium (R88) dengan pertalite (R90), dan dapat dipastikan rakyat semakin berat beban hidupnya. Hal ini dikarenakan harga pretalite R90 lebih mahal dibandingkan premium R88. NGUNU YO NGUNU TAPI YO OJO NGUNU, RAKYAT ISOK MURKO – Silahkan berkuasa tapi jangan ngawur dan sembarangan, rakyat bisa murka. Lebih daripada itu, mengapa DPR RI, DPD RI, dan MPR RI diam seribu basah tak lakukan langkah-langkah konkrit cegah penderitaan rakyat atas kebijakan Pemerintah tersebut? Dimanakah mereka sembunyikan diri atau jangan-jangan mereka menjadi bagian dari gurita yang sengsarakan hidup rakyat?, tegas Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed. di Jakarta Sabtu 25/4/2015

Jika memang tak bisa taat dan laksanakan konstiitusi Negara RI, dan tak mmiliki komitmen mensejahterakan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, APKLI berpandangan bahwa semakin cepat mundur semakin baik demi dan untuk selamatkan rakyat, bangsa dan negara. Daripada dimundurkan rakyat yang hidupnya semakin tercekik, terjepit dan kesulitan penuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kepada para elit dan pemimpin bangsa, sekali lagi APKLI mengingatkan bahwa Negara Bangsa Indonesia ini lahir, merdeka, dan berdaulat di atas penderitaan panjang dan mendalam, serta cucuran darah nyawa puluhan juta nenek moyang leluhur nusantara, bukan hadiah atau belas kasihan bangsa lain. Juga bukan untuk penuhi kepentingan dan hasrat angkara murka penguasa. Indonesia hadir hanyalah untuk mewujudkan kesejahteran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Bukan sebaliknya, membuat masyarakat sengsara dan alami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Oleh karena itu tak boleh mengutamakan kepentingan penguasa dan bangsa lain dalam tata kelola bangsa dan negara Indonesia. Jika realitas di atas dibiarkan maka pada akhirnya dapat membubarkan Indonesia. Hentikan!!!, pungkas Ali lelaki berkumis eksentrik dokter ahli pertahanan tubuh yang juga Ketua Umum Pergerakan Merah Putih – PMP INDONESIA (red)