BPJS Kesehatan Terus Catatkan Kinerja Positif

0
755

Sumutekspos.com

Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan – badan hukum publik yang dibentuk untuk melaksanakan program  jaminan kesehatan, terus mencatatkan kinerja positif yang tercermin antara lain melalu peningkatan jumlah peserta, fasilitas kesehatan maupun dalam hal penyelesaian klaim.

BPJS Kesehatan mencatat, jumlah peserta hingga 31 Agustus 2014 mencapai 127.251.791 jiwa, meningkat dibandingkan posisi per 30 Juni 2014 yaitu 124.553.040 jiwa. Bahkan, berdasarkan data terbaru per 24 Oktober 2014, jumlah peserta sudah mencapai 130.286.703 jiwa.

Untuk jumlah peserta ini berarti kurang sedikit lagi dari target sampai dengan akhir tahun 2014 yaitu sebesar 131 juta jiwa. Target peserta tahun ini sendiri telah ditingkatkan dari sebelumnya yaitu 121,6 juta jiwa, ujar Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Tono Rustiano.

Sepanjang periode Januari Agustus 2014, BPJS Kesehatan juga mencatat penerimaan iuran peserta sebesar Rp 25,656 triliun. Adapun jumlah fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan juga meningkat dari 16.831 per 30 Juni 2014 menjadi 17.419 faskes per 31 Agustus 2014, yang terdiri atas 9.768 puskesmas, 3.590 dokter praktik perorangan, 1890 klinik pratama, 1.327 klinik TNI/Polri, 836 dokter gigi praktik mandiri dan 8 RS D Pratama.

Begitu juga dengan jumlah faskes rujukan tingkat lanjutan, yang meningkat dari 1.551 per 30 Juni 2014 menjadi  1.574 faskes rujukan, mencakup 18 RS pemerintah kelas A, 135 RS pemerintah kelas B, 294 RS pemerintah kelas C, 158 RS pemerintah kelas D, 127 RS Khusus, 34 RS Khusus Jiwa, 602 RS Swasta, 103 RS TNI, 40 RS Polri, dan 63 Klinik Utama. Selain itu, hingga 31 Agustus 2014, BPJS Kesehatan juga sudah bekerja sama dengan faskes penunjang yang meliputi 1.359 apotek dan 801 optikal.

Hingga 31 Agustus 2014, jumlah kunjungan pasien peserta BPJS Kesehatan ke faskes tingkat pertama mencapai 34.599.140 kunjungan dan dari jumlah tersebut sebanyak  4.164.506 dirujuk ke faskes rujukan tingkat lanjutan.  

BPJS Kesehatan sampai dengan 31 Agustus 2014 telah membayar klaim sebesar Rp 24,4 triliun kepada sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun penyaluran dana kapitasi ke faskes tingkat pertama untuk periode yang sama mencapai Rp 5,38 triliun.

Yang lebih penting, ada peningkatan dalam hal rata-rata waktu penyelesaian klaim, yaitu 2,95 hari sejak berkas lengkap dari rumah sakit diajukan sakit diajukan kepada BPJS Kesehatan. Waktu ini jauh lebih cepat daripada batas waktu yang ditetapkan, yaitu 15 hari, dan lebih baik dibandingkan catatan per 30 Juni 2014 yang rata-rata 3,16 hari,tutur Tono.

Untuk jaringan kantor dan operasional, mengacu data per 31 Agustus 2014, BPJS Kesehatan memiliki 103 Kantor Cabang, 367 kantor Layanan Operasional kab/Kota, 1.216 BPJS Kesehatan Center dan 19 Liaison Officer. BPJS Kesehatan juga baru saja meresmikan Kantor Divisi Regional XIII dengan wilayah kerja Provinsi Banten, Provinsi Lampung dan Povinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, saat ini BPJS Kesehatan memiliki 13 Kantor Divisi Regional. Adapun per 30 September 2014 terdapat peningkatan jumlah BPJS Kesehatan Center menjadi sebanyak 1.220 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.