Pemko Medan Terapkan Pengelolaan Sampah Cara 3R Berbasis Masyarakat

0
186

Sumutekspos.com I Medan

Pemerintah Kota Medan akan terapkan pengelolaan sampah dengan cara Reuse (pemanfaatan ulang), Reduce(mengurangi) dan Recyle (daur ulang) (3R) berbasis masyarakat, penerapan ini dilakukan mengingat produksi sampah setiap tahun meningkat tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana persampahan yang memadai, timbunan sampah setiap tahun terus meningkat dimana setiap hari produksi sampah mencapai 1.725 ton, sedangkan yang terangkat hanya 525 ton, serta penyediaan lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah mendekati kejenuhan.

Hal ini terungkap saat pelaksanaan Focused Gruop Discussion (FGD) pengelolaan sampah dengan cara 3R berbasis masyarakat yang digelar oleh Dewan Kota Medan, Rabu (13/5/2015) di Inna Dharma Deli Hotel. FGD ini dibuka Walikota Medan diwakili Asisten Administrasi Umum H. Ikhwan Habibi Daulay SH.

Asisten Admum H. Ikhwan Habibi Daulay, SH mengatakan, pemerintah kota Medan menyambut baik pelaksanaan forum diskusi ini yang digelar olah Dewan Kota Medan sebagai salah satu mitra strategik pemerintah kota, dan berharap diskusi ini nantinya dapat memberikan masukan yang strategis dan kreatif dalam mensukseskan program lingkungan bersih dan sehat di Kota Medan khususunya dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang bersih, hijau, asri dan sehat.

Dikatakannya, dengan diskusi ini nantinya juga dapat mendorong partisipasi masyarakat sebagai agen perubahan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, untuk itulah perlu didiskusikan bersama-sama sebagai langkah strategis dan efektif guna menjadikan partisipasi masyarakat sebagai sarana untuk mensosialisasikan pengelolaan sampah di Kota Medan, sekaligus penerepan Peraturan Daerah (Perda) persampahan yang dalam waktu dekat akan diparipurnakan bersama DPRD Kota Medan.

“Diharapkan diskusi ini akan menghasilkan sampah menjadi sumber energi dan masyarakat bisa memanfaatkannya menjadi sumber penghasilan, dan kepada masyarakat juga diharapkan bahwa selama ini sampah dianggap tidak ada harganya, untuk itulah melalui diskusi ini nantinya dapat menghasilkan bahwa sesungguhnya sampah itu dapat memberikan potensi yang berdampak kepada sumber ekonomni,“ harap Ikhwan Habibi.

Anggota Dewan Kota Ir. Budi D Sinulingga dalam paparannya menjelaskan, peningkatan jumlah penduduk dan laju pertumbuhan Industri berdampak pada jumlah sampah yang dihasilkan, antara lain sampah pelastik, kertas, produk kemasan yang mengadung limbah Bahan Berbahaya, Beracun (B3). Di kota besar peningkatan timbunan sampah mencapai 2-4 persen setiap tahunnya, peningkatan ini tidak diikuti dengan ketersediaan prasarana dan sarana persampahan yang memadai.

Dikatakannya, Kota Medan mempruduksi sampah setiap hari rata-rata mencapai 1.725 ton dan yang terangkut rata-rata hanya 525 ton setiap hari, untuk dapat mengangkut sebagain besar sampah tersebut, maka armada pengangkutan harus ditambah menjadi 3 kali lipat, belum lagi lahan TPA di namo Bintang dan Terjun sudah mendekati kejenuhan, salah satu cara mengurangi beban pengelolaan sampah ini dengan cara 3R yang menjadi topik diskusi hari ini.

Menurutnya, pengelolaan 3R berbasis masyarakat adalah skala rumah tangga(RT), sebelum pembuangan sampah RT melakukan pemilahan atas 4 jenis, selanjutnya sampah ini diberikan kepada  pengelola sampah skala komunal, selanjurtnya skala komunal lingkungan yakni kelompok masyarakat (Pokmas) yang mengumpulkan sampah dari RT, pengelolaan 3R ini perlu menyiapkan lokasi seluas 500 M2 serta mesin pemilah sampah.

“Dampak penerapan 3R ini nantinya akan mengurangi kebutuhan armada pengangkutan, megurangi kebutuhan akan luas TPA, dan dapat memberikan pendapatan kepada masyarakat,“ ujar Budi D Sinulingga.

Sementara itu, Koordinator penyelenggara Prof. Dr. H. Syahrin Harahap MA melaporkan, pengelolaan sampah tidak hanya melibatkan Pemko Medan tetapi juga masyarakat, diskusi ini diikuti 11 kecamatan dan 11 kelurahan yang mewakili sentra  potensi untuk mengelola sampah ditambah 6 SKPD jajaran Pemko Medan terkait dan para anggota Dewan Kota, dengan nara sumber Drs. Ajang Pinem dari Jakarta, Saruhum Rambe dari Fisipol USU, Kepala Dinas kebersihan Kota Medan dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Medan.

Sumber Berita: www.pemkomedan.go.id