Sugiat Santoso : Pemuda harus persiapkan diri hadapi MEA

0
512

IMG00632-20150319-1645

Sumutekspos.com

Ketua terpilih Komite Nasional Pumuda Indonesia (KNPI) Sumut Sugiat Santoso MSp memberi materi kuliah umum, di Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jumat, (20/3), di Aula UMSU, Jalan Mukhtar Basri Medan.

Hadir pada acara tersebut Dekan FISIP UMSU, Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISP UMSU, dan dosen serta civitas akademika UMSU.

Pada acara kuliah umum yang dirangkai dengan pelantikan Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Fisip UMSU ini, Sugiat Santoso memaparkan peran penting pemuda dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“pemuda akan mampu menghadapi ASEAN Economic Community jika memilikihard skill dan  soft skill yang tinggi.ini, merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Kandidat Doktor PPS Studi Pembangunan di USU ini.

Lebih lanjut dijelaskan Sugiat Santoso, dalam kaitannya dengan ASEAN Economic Community, pemuda harus juga mengembangkan potensi penguasaan bahasa asing, terlebih bahasa Inggris yang telah menjadi dahasa internasional.

Kenapa perlu penguasaan bahasa asing? Karena pada ASEAN Economic Community akan terjadi semacam pasar bebas yang terjadi di kawasan negara-negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam Komunitas ASEAN. “Pasar bebas ini artinya semua barang dan jasa yang ada di negara-negara Asia Tenggara ini bebas keluar masuk ke negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Misanya adalah tenaga kerja Inonesia bebas memasuki negara lain di Asia Tenggara, begitu juga dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya bebas masuk ke Indonesia,” paparnya.

Selain itu, pemuda juga bisa mengembangkan potensi yang dimiliki Indonesia yaitu kekayaan alamnya. Kekayaan yang dimiliki Indonesia sangat banyak, salah satunya adalah luas lahan untuk pertanian. Pemuda dengan bantuan masyarakat tentunya bisa mengolah lahan pertanian dengan lebih baik dari sebelumnya. Jika lahan diolah dengan baik, maka kebutuhan pangan Indonesia akan terpenuhi dan bisa melakukan ekspor hasil pertanian ke luar negeri. “Itu akan menambah devisa negara dan menjadi negara yang stabil, makmur dengan perkembangan ekonomi yang adil, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi,” ujar Sugiat Santoso yang juga mantan aktivis  HMI ini. (Red)