Tuntut Kesejahteraan, Puluhan supir truk demo Pelindo I

0
352

sumutekspos.com l Belawan

Kesal karena maraknya praktik Pungli terhadap supir.Kalangan supir
yang tergabung dalam Persatuan Supir Truck Pelabuhan (PSTP) ikut demo didepan gedung Pelindo I jalan Pelabuhan Raya, Kecamatan Medan Belawan guna memanfaatkan praktik pungutan pembohong (pungli) di Pelabuhan Belawan, Senin ( 09/09/2019).

Dalam aksinya, seluruh supir dan kernet juga meminta Pelindo agar menyediakan tempat makan (kantin) yang layak untuk supir dan kernet di areal pelabuhan.

Tidak hanya itu, para supir juga memprotes tidak dibenarkannya kernet masuk ke atas untuk barang, padahal supir dan kernet ibarat suami yang menyatu, ”kata Johnson P Butarbutar selaku kordinator aksi.

“Kami ini orang terdepan dalam memperlancar arus barang, tolonglah ingat nasib kami. Dan jadikan kami manusiawi, karena kami juga mau makan bersama para manajer Pelindo 1, bukan makan di pinggir jalan yang bercampur debu-debu, ”ucap Hotman Silitonga.

Hal senada diumumkan Munif Junaidi (40) selaku supir truk yang juga ikut aksi demo itu juga mengatakan. Saya pribadi sangat kecewa dengan kegiatan pungli sebesar Rp5000 hingga Rp20.000 yang dilakukan oknum teli barang yang bekerja sama dengan operator kran, termasuk sistem kerja yang diterapkan di Pelabuhan Belawan untuk menutup yang selalu dikirim ke pemasok. ”kata Munif.

Selanjutnya menjawab munif, “Bila terjadi kecelakaan terhadap wadah yang diangkut dari pelabuhan sebelum tiba di timbangan, atau penundaan, maka biaya transportasi dibebani Rp750.000,- untuk satu kontainer ukuran 20 feat dan Rp 1,2 juta ukuran 40 feat,” ucap Munif junaidi dengan wajah jengkel.

Selain itu para pendemo baik pengemudi truk juga meminta santunan kepada pihak Pelindo I agar yang mengalami kecelakaan, meninggal dunia juga harus mendapatkan santunan sesuai dengan haknya.

Ketua DPP PSTP Belawan, Jonson Butar Butar mengatakan, ada 20 perusahaan pengangkutan di kawasan Pelabuhan Belawan yang membutuhkan hak pengemudi truk untuk mendapatkan santunan.
Seperti meninggal dunia karena sakit juga kecelakaan kerja yang sudah ada, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tetapi hanya diberikan santunan seadanya.

“Saat ini masih banyak pengendara truk pengangkut peti kemas yang belum diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan,” sebut Jonson.
Jumlah supir truk yang tidak mendapat santunan 27 orang, namun hingga kini perusahaan angkutan kontainer tidak ada yang bisa membantu mereka.
“Selama ini kami hanya menampilkan mediasi di Disnaker. Tapi, belum ada titik temu untuk menyelesaikan santuan untuk sopir. Makanya, hari ini sampai tiga hari kedepan kami akan terus demo sampai kami direalisasi, ”tegasnya.

Sementara sesuai amatan dilapangan, terlihat Humas Pelindo 1 Fiona Sari Utami yang menerima sopir dan kernet yang melakuan percobaan tersebut, ia (fiona) akan menindaklanjuti upaya pendemo para. “Tolong sampaikan tertulis, karena sampai saat ini kami belum menerima isi tindakan,” ucap Fiona sambil tersenyum. ( Titin )